Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Para Astronom menemukan 18 planet baru

           Penemuan planet baru terus datang dan datang. Ambil, misalnya, baru-baru ini ditemukan oleh 18 tim astronom yang dipimpin oleh ilmuwan di Institut Teknologi California (Caltech) di Pasadena, California.


"Ini pengumuman terbesar di orbit planet di sekitar bintang yang lebih masif dari Matahari, selain dari penemuan yang dibuat oleh misi Kepler," kata John Johnson dari Caltech. Misi Kepler adalah teleskop ruang yang sejauh ini telah mengidentifikasi lebih dari 1.200 planet mungkin, meskipun mayoritas dari mereka belum dikonfirmasi.

Menggunakan Observatorium Keck di Hawaii - dengan tindak lanjut pengamatan menggunakan observatorium McDonald dan Fairborn di Texas dan Arizona, masing - para peneliti disurvei sekitar 300 bintang. Mereka berfokus pada orang-orang dijuluki "pensiun" Suatu jenis bintang yang lebih dari 1,5 kali lebih masif dari Matahari. Bintang-bintang tersebut hanya melewati tahap utama dari hidup mereka dan sekarang terengah-engah ke dalam apa yang disebut bintang subgiant.

Posted by yosua | di 21.24 | 0 komentar

Tersisa dari kelahiran Bumi Kita


Ada berbagai teori yang menceritakan kelahiran Bumi, tapi kali ini peneliti malah menemukan asteroid (Lutetia) yang diduga merupakan sisa-sisa kelahiran Bumi.

Lutetia merupakan asteroid penghuni sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter. Hermann M. S. Goldschmidt menemukan dan memberi nama asteroid berdiameter 100 kilometer ini dengan Lutetia, serupa dengan nama latin kota Paris.

Pengamatan baru terhadap asteroid tersebut mengindikasikan Lutetia adalah fragmen dari sisa-sisa materi pembentuk Bumi, Venus dan Merckurius. Para astronom telah mengolah data yang diperoleh dari pesawat luar angkasa tanpa awak Rosetta, teknologi teleskop terbaru European Southern Observatory, dan teleskop NASA, untuk menghasilkan spektrum asteroid Lutetia. Melalui pengamatan tersebut mereka menemukan bahwa sifat asteroid cocok dengan meteorit langka yang ditemukan di Bumi.

Sekelompok astronom dari Prancis dan North American University telah melakukan penyelidikan mendetail terhadap Lutetia untuk menguraikan komposisinya.

Spektrum Lutetia kemuidan diperbandingkan dengan meteorit-meteorit lain yang ditemukan di Bumi. Hanya meteorit jenis enstatite chondrites yang memiliki sifat serupa dengan Lutetia.

Enstatite chondrites adalah materi yang berasal dari masa awal sistem tata surya. Diperkirakan ensatite chondrites itu terbentuk di dekat matahari dan merupakan bahan utama untuk membentuk planet-planet berbatu, misalnya Bumi, Venus, dan Mekurius. Ada kemungkinan Lutetia tidak berasal dari sabuk asteroid, namun berasal dari tempat yang lebih dekat ke matahari.

“Tapi bagaimana caranya Lutetia lolos dari pusat tata surya dan berakhir di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter?” kata Pierra Vernanzza dari Eurropean Souther Laboratory.

Para astronomer telah memperkirakan bahwa kurang dari 2 persen benda angkasa yang berada di wilayah pembentukan Bumi, akan berakhir di sabuk asteroid. Sering kali terjadi, benda angkasa tersebut akan menghilang setelah umurnya mencapai beberapa juta tahun dan melebur ke dalam planet muda yang terbentuk. Hal berbeda terjadi pada Lutetia. Asteroid ini menjadi unik karena langkanya asteroid pembentuk planet yang masih tersisa.

Posted by yosua | di 05.36 | 0 komentar

10 Planet baru yang ada di Tatasurya Kita

Dalam postingan saya kali ini, mungkin ada beberapa planet yang telah anda ketahui. Namun, saya berharap semoga postingan saya kali ini dapat menambah referensi dan wawasan bagi kita sekalian bahwa masih banyak planet-planet di Luar Angkasa sana dan di Galaksi lain selain Galaksi Bima Sakti kita ini, yang belum kita temukan.

Pada tahun 1990, para ilmuwan menemukan secercah harapan dengan menemukan sejumlah planet di luar tata surya (exoplanet). Planet-planet tersebut sangat beragam, mulai dari planet api, planet berukuran raksasa, planet berbatu, planet yang tidak memiliki bintang, dan banyak lagi. Hingga kini, penemuan exoplanet mencapai 230 planet. Berikut adalah daftar sepuluh exoplanet 2009 versi Space.com

Posted by yosua | di 05.32 | 0 komentar

Nantikan Purnama Jupiter Besok Malam

Oposisi Jupiter 

     Warga Indonesia, bersiap-siaplah menanti purnama Jupiter yang akan terjadi pada besok malam, Jumat (28/10/2011). Purnama planet terbesar di Tata Surya ini akan bisa dilihat oleh seluruh warga Indonesia.
"Ini akan terjadi sepanjang malam. Jupiter akan bersinar terang, mencapai magnitude kurang lebih -2,8. Warga kota pun bisa melihatnya walaupun ada polusi cahaya," kata Hakim L Malasan, Kepala Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung.
Hakim menjelaskan, purnama Jupiter dalam astronomi dikenal dengan istilah oposisi. Oposisi adalah kondisi di mana Jupiter berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Bumi-Jupiter saat oposisi adalah 629 juta km, sekitar 300 juta km lebih dekat dari jarak terjauh yang bisa dicapai.
Pada saat oposisi, Matahari-Bumi-Jupiter ada pada satu garis lurus. Seperti layaknya Bulan Purnama, pada saat oposisi atau purnamanya Jupiter juga akan tampak bulat penuh. Ini memungkinkan Jupiter untuk bersinar lebih terang dari biasanya. Magnitud Jupiter menunjukkan kecerlangan planet itu jika dilihat dari Bumi.
Tanda minus yang diterakan ketika menyatakan bahwa magnitud Jupiter adalah -2,8 menunjukkan bahwa Jupiter tampak sangat terang. Saat oposisi, kecerlangan Jupiter sekitar 0,5-1 magnitud lebih besar dari biasanya.
Hakim menjelaskan, pengamatan purnama Jupiter bisa dilakukan dengan mata telanjang. Jupiter akan tampak di dekat rasi Taurus. Calon observer bisa mengunduh software Stellarium untuk memperkirakan posisinya. Tapi pada dasarnya, Jupiter akan terbit dari timur seperti layaknya Matahari.
"Jika ingin pengamatan lebih detail, kita bisa menggunakan teleskop. Dengan teleskop kita bisa mengamati satelit Jupiter (di antaranya Io, Ganymede, Callisto, Europa) dan bintik merah Jupiter," jelas Hakim ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (27/10/2011).
Hakim menerangkan, fenomena bintik merah Jupiter terkait dengan rotasi dan sifat Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya itu berotasi sangat cepat, hanya 17 jam. Karena merupakan planet gas, maka siklon sering terjadi. Bintik merah adalah salah satu siklon yang paling dikenal.
Selain melihat, dengan mengintegrasikan kamera dan teleskop, observer juga bisa bereksperimen dengan astrofotografi. Observer bisa memilih memotret Jupiter sendirinan atau dengan backgroud satelit-satelit besarnya

Posted by yosua | di 04.53 | 0 komentar

Mungkin Saja Manusia Bisa Tinggal di Bintang

Manusia mungkin saja tinggal di sebuah bintang. Astronom baru saja menemukan sebuah bintang yang suhunya cocok ditinggali manusia. Bintang tersebut bernama WD 0806-661 B.

Associate Professor for Astronomy and Astrophysics Pennsylvania State University, Kevin Luhman, yang menemukan bintang tersebut mengatakan, "Ini adalah bintang yang sangat kecil dengan atmosfer sedingin temperatur Bumi."


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/24/0809296620X310.jpg

Massa bintang tersebut hanya 6-9 kali massa Jupiter. Bahkan, bintang tersebut telah dinobatkan sebagai bintang terdingin di luar Tata Surya yang pernah ditemukan. Luhman mengatakan, bintang tersebut tergolong dalam jenis bintang katai coklat.

Posted by yosua | di 02.20 | 0 komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

earth clock

Blogger templates

Blogger news

Diberdayakan oleh Blogger.