Bintang-bintang generasi pertama dilahirkan sekitar 13 miliar tahun lalu, ketika galaksi kita mulai memadat dari proses pemuaian jagat raya. Sebagian besar diantaranya masih terbuat dari hidrogen dan helium. Kedua unsur ini memang merupakan satu-satunya elemen yang terbentuk dalam jumlah besar selama proses dentuman besar (big bang) yang diyakini menandai awal terciptanya alam semesta.
Bintang-bintang seperti halnya Matahari lahir secara berkelompok dalam kompleks-kompleks awan besar yang termampatkan yang disebut nebula. Salah satu nebula yang terkenal yang menjadi tempat kelahiran banyak bintang adalah sebuah bercak samar di rasi Orion yang dikenal sebagai Nebula Orion. Dilihat dari luar, sebuah nebula nampak gelap dan suram, namun di bagian dalamnya mereka teriluminasi dengan cemerlang oleh bintang-bintang yang baru lahir. Setelah itu, bintang-bintang muda itu akan melanglang keluar dari tempat kelahirannya di galaksi induknya.
Gambar 1: Nebula Orion
Ke arah bintang Deneb di rasi Cygnus ada suatu gelembung super yang sangat besar dari gas yang sangat panas yang mungkin dihasilkan oleh ledakan sebuah supernova di dekat pusat gelembung itu. Pada tepiannya, materi antar bintang dimampatkan oleh gelombang supernova dan memicu keruntuhan awan dan pembentukan bintang. Dari segi ini, sebagaimana kehidupan manusia, bintang juga memiliki orangtua.
Venus letaknya lebih dekat ke
Matahari daripada Bumi. Jaraknya ke Matahari sekitar 105 juta km. Sedangkan
jarak Bumi dari Matahari sekitar 150 juta km. Karena itu Venus lebih panas
daripada Bumi. Tetapi yang menjadikan Venus sangat panas bukan karena jaraknya
relatif dekat dengan Matahari. Planet Merkurius yang paling dekat dengan
Matahari panasnya hanya sekitar 430 derajat C. Sedangkan Venus panasnya
mencapai 460 derajat C.
Carl Sagan dalam desertasi doktornya
tahun 1960-an menjelaskan bahwa ada proses efek rumah kaca yang sangat hebat di
Venus yang menyebabkan planet ini makin lama makin panas. Hasil pengamatan
pesawat antariksa yang dikirim meneliti Venus, Venera dan Pioneer, menunjukkan
bahwa atmosfer Venus hampir seluruhnya terdiri dari CO2 (96,5 %). Bandingkan
dengan CO2 di atmosfer Bumi yang hanya sekitar 0,05 %. Awan tebal yang selalu
menyelimuti Venus berada pada ketinggian 30-60 km dan terdiri dari awan asam
sulfat (H2SO4, sejenis dengan air keras pada aki).
Kandungan CO2 yang sangat tinggi
menyebabkan hebatnya efek rumah kaca. Cahaya Matahari yang menerobos sela-sela
awan tebal kemudian memanaskan permukaan Venus. Panasnya yang dipantulkan lagi
tidak bisa ke luar ke angkasa tetapi segera diserap oleh CO2 yang menyebabkan
suhu atmosfernya makin panas.
VIVAnews - Kepler, obeservatorium luar angkasa milik NASA menemukan sistem tata surya yang terdiri dari enam buah planet mengitari bintang serupa Matahari. Oleh sejumlah astronom, planet-planet itu disebut sebagai mini Neptunus.
Lima planet baru itu mengorbit dekat dengan mataharinya (Kepler 11), lebih dekat dibandingkan dengan jarak Matahari ke planet Merkurius milik tata surya kita. Adapun planet keenam berada di jarak yang lebih jauh. Kurang lebih berjarak sama dengan jarak Matahari ke Venus.
“Ini merupakan sistem planet yang sangat rapat,” kata Jonathan Fortney, astronom dari Lick Observatory, University of California, Santa Cruz, seperti dikutip dari National Geographic, 4 Februari 2011.
Hai pengin tau bagaimana cara mencegah global warming dimulai dari lingkungan kita? Nih ada informasi tentang 10 Cara mencegah globalwarming. Apa saja ya ke 10 itu ini dia :
1. Hematlah penggunaan kertas
Menghemat penggunaan kertas bisa dilakukan dengan cara-cara berikut
- hindari mencetak dukumen atau email yang tidak penting
- cetak dokumen bolak balik untuk menghemat pemanfaatan kertas hingga 50%
- pakai ulang kertas yang masih memiliki sisi kosong untuk menyetak atau foto kopi
2. Bawa dan gunakan alat makan pribadi Sebisa mungkin
hindari penggunaaan alat makan yang terbuat dari plastik. Jika perlu, pergilah keluar untuk makan siang dan makan di tempat. Kalu terpaksa harus membawa makanan kembali kekantor, bawalah tempat makn sendiridan minta pramusaji untuk membungkus makan didalam tempat makan anda
3. hemat energi komputer Sebisa mungkin
matikan komputer atau alat elektronik lainnya bila tidak digunakan. Untuk komputer, atur setting ke status ‘SLEEP’ agar dapat menghemat pengguanaanlistrik mkomputer ataupun laptop hingga 70% jangan lupa jika sedang tidak di perlukansebaiknya tidak memasang screen saver dilayar komputer anda karena saccreen saver menyebabkan pemborosan energi.
Kebanyakan orang berpikir bahwa Uranus adalah planet yang tidak menarik. Planet yang memiliki kandungan air, metana, dan amonia dalam bentuk es dan sering disebut sebagai "es raksasa" ini kalah populer dibanding Mars, Jupiter, atau bahkan Pluto yang sudah mantan planet.
Namun, penemuan ahli keplanetan Larry Sromovsky membuat banyak orang bertanya-tanya. Sromovsky dengan teleskop Gemini 8,1 meter menemukan adanya bintik aneh di Uranus. Bercak serupa awan itu diduga merupakan erupsi es metana yang membumbung ke atmosfer Uranus.
Heidi B Hammel, pakar ilmu keplanetan lain yang juga terlibat penelitian, menggunakan Facebook untuk mengumumkan hasil penemuannya. Ia mengajak orang, termasuk astronom amatir, untuk mengobservasi bintik itu lebih lanjut. Jika informasi telah cukup, maka pengamatan dengan teleksop Hubble akan dilakukan.
Hammel menjelaskan, "Alasan kita peduli pada 'awan' di planet Uranus sebabnya ialah sepertinya fenomena itu bersifat musiman."
Ia menjelaskan, Uranus berputar miring pada sisinya sehingga memberi perubahan cahaya matahari ekstrem ketika musim berubah. Perubahan yang terjadi bahkan lebih dramatis daripada yang ada di planet lain.
"Uranus memberi kita wawasan tentang keseimbangan energi di atmosfer suatu planet," tambah Hammel seperti dikutip Discovery, Jumat (28/10/2011).
Ektremnya perubahan musim terbukti dari lamanya tiap-tiap area Uranus mendapat sinar Matahari. Selama 84 tahun revolusi (berdasarkan waktu Bumi), belahan utara Uranus menerima cahaya secara terus-menerus, sementara selama 42 tahun juga, belahan selatan Uranus gelap total.
Tidak tahu apakah para astronom amatir bisa memecahkan misteri ini karena keterbatasan peralatan. Namun yang jelas, Uranus kini juga bisa menjadi salah satu obyek yang bisa diteliti.
Teori Astronot kuno adalah suatu teori yang menyatakan bahwa bumi kita ini dulu telah dikunjungi makhluk luar angkasa yang mengembangkan kebudayaan manusia..pada abad ke 20,teori ini dikemukakan oleh Erich von Däniken, Zecharia Sitchin, Robert K. G. Temple, and David Icke.
teori ini mengatakan dewa-dewa dari sebagian suku merupakan makhluk luar angkasa,ditambah lagi dengan peninggalan kuno seperti baalbeck,yonaguni,stonehenge,serta gambar-gambar serta ukiran yang terdapat pada sisa bangunan peradaban masa silam,seperti makhluk berhelm yang digambar di gua,ukiran suku maya,dan lainnya... ukiran dan gambaran yang ada biasanya adalah apa yang dilihat dan terjadi oleh orang pada masa itu.
Bintang Cannibal Para astronom menggunakan Observatorium WIYN di Tucson, Arizona, untuk menganalisis 21 keluyuran biru di NGC 188, sebuah cluster 7-miliar tahun dari sekitar 3.000 bintang di konstelasi Cepheus, terletak di langit dekat Polaris, Bintang Utara. Mereka dikombinasikan pengamatan ini dengan model komputer simulasi teori terkemuka pembentukan orang yg tersesat biru Para ilmuwan mengesampingkan merger dan tabrakan antar bintang sebagai asal-usul untuk kebanyakan keluyuran biru. Sebaliknya, data mereka menyarankan mereka makan dari bintang pasangannya, "memecahkan misteri dari mana ini berasal dari keluyuran biru," kata Geller SPACE.com.